Selasa, 29 November 2011

Sepertinya...



Sepertinya senang, sepertinya baik, sepertinya suka, sepertinya luka, sepertinya sakit, sepertinya tolol, sepertinya....

Ah, seperti apa sebenarnya. Tiba-tiba mendung, lalu muncul kegalauan baru dan diikuti kegalauan berikutnya. Sekaligus dalam satu waktu aku menenggak beberapa pil pahit itu dan kulihat kemasannya, bertuliskan ‘disappointed’. Glek! Aku pun berusaha tuk menikmatinya sebaik mungkin. Ku hanya bisa tersenyum dan terbahak, mengatakan “yeah, I’m fine! aku baik-baik saja” dan kuharap itu benar adanya. Namun sepertinya...

Aku merasa kedinginan, aku pun menggigil. Kugigit lengan dan jemariku tuk menahan kelu. Beberapa pukulan kulayangkan ke kepalaku. Umpatan2 tolol kulontarkan pada diriku. Gecko dan Tokrit hanya mampu menatapku datar. Lalu kulirik bennda tajam itu. Perdebatan pun terjadi di antara mereka.

Gecko: “Don’t do it! It can harm you darl!”
Tokrit: “Just do it! It may can make you relax..key?”
Ya, ya, ya...kali ini Tokrit yang menang.

Self injury. I do it again! Kulumuri benda itu dengan alkohol. Goresan2 baru pun terbentuk pada lenganku, menemani goresan lama yang masih membekas. Cairan merah pun mengalir menari-nari sambil menjulurkan lidahnya. Semakin menyadarkanku bahwa aku adalah makhluk berhaemoglobin yang masih bernyawa. Memuakkan!

Sebenarnya kudengar sahutan2 itu, sebenarnya kudengar ketukan yang semakin mengeras itu. Namun, sengaja ku tak hiraukan. Dad, sorry I can’t make you proud. Mom, sorry I can’t tell you anything (again). Saat ini aku benar2 kehilangan rasa percayaku, bahkan untuk diriku sendiri. Biarkan sementara ku pulihkan ini sendiri.

Kusobek semua catatan impianku. Biarkan tuk sejenak tak memikirkan dan melakukan apapun. Biarkan kuleburkan semua dalam lelapku. Biarkan kunikmati tidur busukku ini, dan biarkan kuterbangun kala Desember tak lagi mendung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar