Senin, 31 Oktober 2011

Ah, lagi lagi lagu GALAU

Galau ga Rasional
Ah, ‘galau’. Hayoo siapa sih yg ga kenal sm ‘galau’? Tahun ini emang lagi booming bgt ni kata, bahkan jadi primadona di kalangan pemuda masa kini. Entah galau karena masalah cinta, skripsi, kerjaan, ekonomi, kemiskinan, binatang piaraan, gosip tetangga, ga bisa boker dan masih banyak galau2 lainnya...
Next..

Beu.. akhir2 ini banyak yah musisi2 yg mengusung lagu dg tema galau. Mulai dari Geisha, d’Masive, Armada, Syahrini..etc. Busyet liriknya mengena banget di hati orang yg lagi galau. Nah, dengan dengerin musik macam gini nih yg bikin kamu semakin galau dan semakin meyakinkan diri betapa merananya dirimu. Cih..

Ok Folk! Move on! Kamu akan semakin galau jika terus2an dengerin musik macam itu. Ganti playlist kamu dengan lagu2 yg lebih menyenangkan dan inspiratif! Misalnya lagunya RAN “Slamat Pagi” ato “Firework” nya Katy Perry positif bgt tuh! ato liat yg bening2 macam Cherrybell disarankan bgt. Ahihihii.. #ketawabernard
Seperti yg dilontarkan oleh para motivator, berfikirlah positif. Itu akan mempengaruhi alam bawah sadar pikiran kamu. Nah, salah satunya dengarkanlah musik2 yg positif lalu perhatikan apa yang terjadi...
Asal kamu tau ya, dalam keadaan depresi alias galau bisa bikin tubuh ga sehat loh. Cekidot:
http://pemulihanjiwa.com/selama-5-menit-marah-imun-sistem-tubuh-kita-depresi-6-jam.html

Penggalauan Massal

Awas galau itu bisa menular!
Ada seorang yg galau trus apdet status eh, banyak yg kasih jempol. Ngetuit, eh banyak yg RT. Cerita ke temen, eh ditanggepin “iya, gue jg ngerasain apa yg lu rasain kok” ikut galau deh. Trus muncul temen yg laennya yg awalnya ga ngerti apa2 eh, terbawa suasana jd ikutan galau jg deh. Jadi deh para galauers berkumpul, dan terbentuklah sebuah komunitas atau geng galau. Mereka semakin larut dalam kegalauannya karena merasa senasib, sampe2 nangis berjamaah. Nah, kaya gini nih yg bikin galauers semakin galau parah dan ini ga bisa dibiarkan! Ayo bubar2!!
Next..

Semakin kamu mempublikasikan kegalauan kamu, akan semakin menyebar pula virus2 galau tersebut. Ada juga yg malah berdoa lewat jejaring sosial, “Tuhan, kuatkan hambamu yg sdg galau ini...” Omaigosh!! Ibadah donk. Bukan lewat jejaring sosial kaya gini. Ngapain sih berkeluh kesah kok dipublikasikan? Malah semakin menyiksa diri, keinget terus tiap buka akun. Hehe.. Alangkah baiknya jika kita nebarin hal2 yg positif, yang menyenangkan bahkan memotivasi. Selain untuk memotivasi diri sendiri, orang yg baca kan jadi ikut seneng. Kalo kita uda bs bikin orang lain seneng, pahala tu!

Nah, daripada mikirin masalah yg bikin  galau mending mikirin gimana solusinya buat bahagia. Ciptakan energi positif, lakukan kegiatan yg bermanfaat, alihkan ke hobi kamu. Hobi yg bener loh! Kalo hobinya gossip, udah mending tidur aja deh. Perbanyaklah bersyukur, bersedekah, memaafkan, dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan lalu perhatikan apa yg terjadi... *jadi kayak Om Mario deh*

Penggalauan Massal

Ok Folk!
Mungkin ada sebagian dari kalian mengatakan ini: “Ah, yg nulis blog ini bullshit bgt! Teori! Lu ga pernah ngrasain galau sih!” - biasa, pasti ada aja yg mikir negatif –
Setiap orang tuh pasti pernah ngalamin yang namanya masa2 galau, termasuk gue.
Sempet nih beberapa waktu lalu, sumpah gue galau bgt! Bayangin gue bener2 ngerasa sendiri, jobless, ga ada duit, ga bisa kemana2, ditinggal pacar, sahabat pada ngilang semua ditambah lagi pertengkaran mami-papi yang seolah hubungan mereka uda ga bisa diterusin lagi. Gila, Mami papi mo ceree??!! Oh, No! Belum lagi masalah hutang2 yg ditinggalkan oma yg harus dibayar sama mami padahal ekonomi lg seret. Apalagi masalah kemiskinan di negara kita yg sampe saat ini belum ada solusi yg berarti, gue pun ga bisa berbuat apa2. Hmm, para infotainment juga ikut2an menambah runyam suasana dg melontarkan pertanyaan2 yg ga bs gue jawab..  “uda lulus? kerja dimana sekarang?”, “kapan nikah?”, “denger2 lu ada fair ya sm dia?”, “Ya ampun, lu jadi selingkuhan?”, “eh, sapi lu uda beranak belum?”, “kemarin ada ayam tetangga yg terbunuh katanya gara2 lu ya??”. Aaaaarrgghhh... bangke lu semua!!  Bahkan sampe2 gue ga bisa netesin air mata, bingung mo ngapain dan sempet ngelirik botol baygon *kirain botol kecap*. Akhirnya gue milih nongkrong di jamban berminggu-minggu. Halah lebay, ga sampe segitunya kali... Abaikan!

Galau? Wajar bgt kok, itu adalah salah satu siklus kehidupan. Yang ga wajar tu galau yg berlarut-larut, ga bisa move on! Ok, boleh galau tapi jangan kelamaan ya apalagi sampe nyebarin virus ke lainnya.
Next...

Dengan sisa waktu yg kita punyai sebaiknya digunakan sebaik2nya. Masih banyak kok hal2 indah lainnya, jika kamu mau. Ngapain juga musti larut dlm kegalauan. Orang yang cukup menyayangi dirinya sendiri, akan mengikhlaskan masa lalunya, karena lebih mencintai masa depannya #pemulihanjiwa.

Folk!
Sebenernya tu kuncinya ada pada diri kamu sendiri bukan orang lain. Percuma, orang di sekitar kamu dukung kamu, eh kamunya ga ada niatan buat move on. Inget! NIAT!! So, sekarang saat ini juga dan jangan ditunda! bergeraklah, action dari diri kamu sendiri. Begitulah kata2 yg sering diucapkan para motivator...
Ok, biar ga gampang galau, coba deh folo beberapa akun ini:
@pemulihanjiwa @TweetHEBAT @MotivationWords @MotivaTweet @SemangatPositif @pepatah @kata2bijak @ipphoright
Kata2nya memotivasi bgt!
Atau kunjungi juga: http://saptuari.blogspot.com/
kisah2nya inspiratif!

Thank’s, dg membaca blog ini kamu telah membantu usaha memberantas kegalauan. Yuk, bersama2 kita berantas segala bentuk kegalauan di dunia ini! Ahahahaaa... :D #apasih

Minggu, 02 Oktober 2011

Lolly

Hujan mengguyur sabtu malam itu, tergopoh-gopoh kuberlari melewati trotoar tepi pertokoan.Tak bawa payung, kutelungkupkan jaketku tuk melindungi kepalaku. Dengan menggenggam dua buah lolly di tanganku.

Membawa secercah harapan, kumenerobos dinginnya malam. Menepis kerinduan yang mencandu di dada. Kukembangkan senyumku, terbayang menikamti lolly yang kubawa ini bersamamu.

Nafasku terengah-engah. Sampailah ku ke tempat kau berada. Namun disana kudapati kau gantung lolly yang tlah kuberikan. Sementara kau menikamti lolly lain bersamanya. Lolly yang kugenggam seketika jatuh dan patah.

Waktu yang sangat tepat. Saat kumulai mendekat, perlahan kau menjauh. Aku hanya tertunduk malas tuk berkata. Kuraih kembali kepingan lolly yang basah terguyur hujan. Akupun melangkah berbalik arah.

Langkahku tak terarah dan kubiarkan tubuhku terguyur oleh hujan. Hingga kakiku mulai lelah melangkah. Aku pun berteduh di depan sebuah toko permen yang sudah tutup. Kupeluk lututku menahan rasa kelu. Kurasakan lelehan air yang menghangat membasahi pipiku yang beku.

Lolly yang kini kugenggam patah berkeping-keping. Tak kan bisa kunikmati bersama lainnya. Kuterduduk di bawah cahaya lampu yang temaram dan kunikamti lolly yang tlah patah itu. Sendiri...

Sabtu, 01 Oktober 2011

Tak Ingin Jatuh (the last)

1 Oktober, peralatan medis itu akan dilepas...

Angin bertiup tak terlalu kencang. Noktah-noktah kelap kelip bercahaya mewarnai langit malam ini. Tampak sekelompok pengamen jalanan menghampiri tempatku bersila. Dinyanyikannya tembang jawa campur sari diiringi alat musik seadanya. Semua tampak normal. Di kedai kopi di pinggiran jalan, kunikmati kopi panas bersama kawan-kawanku. Sengaja kuhabiskan malam ini bersama mereka. Benar-benar kunikmati malam ini. Kupersembahkan tawa dan canda dengan tulus buat mereka dan tak kan kusia-siakan moment yang mengasyikkan ini.

Entahlah, ini sebuah kesempatan kedua atau kesempatan terakhir buatku. Yang jelas aku ingin memanfaatkan waktuku sebaik-baiknya. Tak ada kata yang bisa kuucap selain kata maaf dan terima kasih bagi orang-orang yang pernah mewarnai kehidupanku.

Sebelum ku kembali ke tengah-tengah keluargaku, aku menyempatkan tuk bertemu kekasihku. Mm..entahlah apa dia masih menganggapku demikian. Sayang...tak perlu kau jelaskan apa-apa padaku, aku memang tak tau dan aku juga tak mau tau. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu. Kupeluk dia, dan mungkin tuk terakhir kalinya. Lalu kubisikkan kata maaf dan terima kasih padanya. Pertemuan yang singkat, namun kuharap bisa menjelaskan semuanya.

Di rumah, seperti biasa. Mami, papi dan aku bercengkerama di ruang tengah dan sesekali mengomentari acara di televisi hingga sore menjelang. Tampak wajar, tak ada hal yang berbeda. Lalu aku berinisiatif membersihkan seluruh isi rumah setelah itu. Suatu hal yang benar-benar jarang kulakukan. Mungkin tampak aneh, tapi papi & mami terlihat senang sekali. Aku pun tersenyum bangga. :)

Menjelang petang, kukemasi seluruh barang-barangku. Tidak..aku tidak akan membawa pergi barang-barangku, aku juga tidak akan kemana-mana. Aku hanya tidak ingin membuat mereka repot membereskan perkakasku saja. Pernah kubertanya pada seseorang, apa yang mebuatmu bersedih sepeninggal orang yang kamu kasihi? Dia menjawab, saat kukemasi barang-barang miliknya. Setiap melihat barang miliknya akan mengingatkanku dan meneteskan air mataku. Maka, aku pun tak ingin membuat orang di sekitarku merasa demikian.

Melewati tengah malam, semuanya sudah beres kukemasi. Sempat kukirim pesan singkat buat kakakku tersayang bahwa aku sungguh menyayanginya. Lalu, kuhampiri kamar papi mami yang tak terkunci itu. Kulihat mereka sedang terlelap nyenyak. Kukecup dahi papi dan mami lalu kubisikkan I love you... :)

Huahh...tinggal rasa lelah dan kantuk yang kurasa. Aku semakin tak kuat menahan rasa kantuk, tubuhku pun semakin terasa dingin. Selimut yang menyelimutiku sepertinya tak mampu menahan hawa dingin ini. Sekarang, kupasrahkan sisa waktuku kepada yang kuasa...

Maaf. Aku tak mampu melanjutkan cerita ini, sudah bukan kuasaku lagi. Sekian. :)