Minggu, 02 Oktober 2011

Lolly

Hujan mengguyur sabtu malam itu, tergopoh-gopoh kuberlari melewati trotoar tepi pertokoan.Tak bawa payung, kutelungkupkan jaketku tuk melindungi kepalaku. Dengan menggenggam dua buah lolly di tanganku.

Membawa secercah harapan, kumenerobos dinginnya malam. Menepis kerinduan yang mencandu di dada. Kukembangkan senyumku, terbayang menikamti lolly yang kubawa ini bersamamu.

Nafasku terengah-engah. Sampailah ku ke tempat kau berada. Namun disana kudapati kau gantung lolly yang tlah kuberikan. Sementara kau menikamti lolly lain bersamanya. Lolly yang kugenggam seketika jatuh dan patah.

Waktu yang sangat tepat. Saat kumulai mendekat, perlahan kau menjauh. Aku hanya tertunduk malas tuk berkata. Kuraih kembali kepingan lolly yang basah terguyur hujan. Akupun melangkah berbalik arah.

Langkahku tak terarah dan kubiarkan tubuhku terguyur oleh hujan. Hingga kakiku mulai lelah melangkah. Aku pun berteduh di depan sebuah toko permen yang sudah tutup. Kupeluk lututku menahan rasa kelu. Kurasakan lelehan air yang menghangat membasahi pipiku yang beku.

Lolly yang kini kugenggam patah berkeping-keping. Tak kan bisa kunikmati bersama lainnya. Kuterduduk di bawah cahaya lampu yang temaram dan kunikamti lolly yang tlah patah itu. Sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar