Kamis, 24 Maret 2011

From ‘KUPER’ to ‘SUPER’

Hari minggu yang lalu ni, saya sempet liat acaranya Om Mario Teguh di Metro TV (20 Maret 2011). Topik yang diangkat cukup menarik ni buat saya yaitu “from KUPER to SUPER”. Saya juga sempet mencatat beberapa hal yang mungkin temen2 ga sempet liat tayangan tersebut, moga aja sedikit coretan ini bisa ngebantu temen2 yang pengen menjadi super. Buat temen2 yang kuper macam saya ini, ga da salahnya baca coretan saya yang satu ini biar semangatnya bangkit.


§        Salah satu anak muda (usianya msh belasan) peserta acara bertanya kepada si Om MT, intinya gini: “Pak, saya ini orangnya minderan...untuk bicara di depan ini saja saya masih gemeteran. Gimana kiat2nya biar ga minder & kuper?”

Keterbatasan adalah keadaan sementara. ‘keterbatasan’ itu sendiri adalah keadaan di bawah keharusan kita. Harusnya bisa beli rumah, tapi tidak mampu. Harusnya bisa jadi juara, tapi tidak mampu...
So, harus bisa membuat diri kita menjadi mampu!

Tuhan itu MAHA ADIL --> jika ada yang dikurangkan dari diri kita, pasti ada yang dilebihkan. Jangan fokus pada kekurangannya, fokuslah pada kelebihan yang kita miliki.

“Bersahabatlah pada orang-orang yang baik”, jauhi pergaulan yang suka mengolok-olok.


“Anak yang tidak diperitungkan/diperhatikan
Keuntungan: tidak dicegah pertumbuhannya, disayang Tuhan supaya tidak dikenali dan tidak diperhatikan dibiarkan tumbuh, so nikmati keadaan itu!
Misalnya teroris yang tak dikenali dia bisa bebas melakukan apa saja tanpa dicegah perderannya karena tidak ada orang yang tahu siapa dirinya.

Fokus memperbaiki dirinya (focus on your quality)

“Tidak diterima di suatu kelompok atau lingkungan”
Maka bagaimana caranya biar disukai à lakukanlah hal2 yang menyenangkan
Dengan pujian: pujilah orang lain, buat hatinya senang
Jadilah pribadi yang amanah, melakukan hal2 kecil berulang-ulang sepanjang waktu.

“Ketika orang tua tidak menyetujui/menyukai usaha yang kita yakini”
Jangan pernah kecewakan orang tua, menghormati orang tua dan tetap mencintai keinginan sendiri. So, lakukan hal lain yang tidak diketahui orang tua.

Setelah lulus dapat job interview, baju apa yang akan dikenakan?
A. Baju sendiri apa adanya
B. Pinjam ke teman
C. Baju sendiri, tapi di model2 supaya trlihat mahal dan keren

Jika kita mendapat pertanyaan seperti di atas, kira2 apa jawaban kalian dan apa alasannya?
Tentunya seseorang pasti punya alasan jika menjawab A, B atau C. Berikut sedikit alasan dari Om MT menjelaskan dari masing2  jawaban:
A. Saya pakai apa adanya karena saya sudah baik adanya.
B. Semua pemuda yang baik berupaya/berusaha tampil lebih baik dari dirinya --> tujuannya untuk membahagiakan orang yang melihat kita.
C. Kemiskinan adalah tanggung jawab diri sendiri à tampil baik adalah kebahagiaan sesama.

Dari penjelasan tersebut saya bisa menangkap intinya yaitu “kita harus tampil lebih baik”

Kekeras kepalaan dan rasa takut untuk melakukan sesuatu.
Untuk membeli sebuah rumah diperlukan uang, sebagai alat tukar.
Jika kita ingin menjadi super, mendapatkan yang lebih baik maka diperlukan alat tukar.
Alat tukar yang dibutuhkan:
uper – super
Malas – rajin
Tunda – segera
Pergaulan yang tidak baik – pergaulan yang baik
“Tidak ada pengorbanan untuk melakukan kebaikan”
 

KUPER --> POPULAR
POPULAR : sifat pribadi
Kalo ketemu orang suka menyapa (kenal ato ga) à jadinya terkenal deh!
So, “Jadilah pribadi yang populer!”

KESIMPULAN:
  • Kita semua berhak akan keberhasilan.
  • Jadilah pribadi yang selalu memperbaiki diri.
  • Jadilah POPULAR.
  • 90% keberhasilan --> hadir kepada orang2 yang baik
  • Tampil lebih baik dari diri Anda.
“ Setialah kepada yang benar, lalu perhatikan apa yang terjadi” – MT

That’s all..moga aja bermanfaat buat yang baca.
Sekarang saya juga sedang berupaya dan mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan berhenti berjuang tetap semangat guys!!
Cheer up!!!

Rabu, 02 Maret 2011

Alone at Last.........

Jam ponselku masih menunjukkan pukul 09.13 pagi, namun mendung menyelimuti langit kota Pahlawan kala itu, rintik hujan dan hawa dingin pun menyeruak.. namun tak mengahalangiku tuk menerobos jalanan. Ku pacu skuter ku hingga kecepatan lebih dari 80 km/jam with ‘the power of desperate’ menjauhi kota Pahlawan, melaju di sela-sela kendaraan yang lalu lalang. Tatapan ku kosong, karena otakku sudah tak mampu memperdulikan hal lain di sekitarku. Rasa letih dan kecewa memenuhi dadaku sudah...

Entahlah...tiba-tiba rasa ini kembali muncul, mungkin ku telah letih tuk berjuang. Letih akan semua yang telah kulaui. Tuk sejenak, kuingin terbaring melepas penat dan melepas beban ini tuk sementara. Kuingin meraih kembali tenagaku, namun pikirku sudah lelah..tak mampu lagi berkontraksi. Yeah...maybe I need a few times to relax, to charge my battery to face my future....

Anganku pun melayang, mencoba mencermati yang telah terjadi. Kehidupan...sungguh unik namun rumit. Bagai sebuah cerita dengan banyak lakon di dalamnya, penuh intrik dan tak bisa ditebak bagaimana akhirnya, selalu menimbulkan banyak tanya yang menggelikan. Terkadang, kita bisa merasa senang dan dipenuhi oleh orang-orang terkasih di sisi kita, namun beberapa saat kemudian kita juga bisa sendiri tanpa mereka di sekitar kita. Bahkan bisa sebaliknya...

Sesuatu yang indah bisa muncul secara tiba-tiba dan mampu mengelu-elukan hati melambung tinggi, namun sesuatu yang indah itu bisa saja menghilang satu-persatu bahkan sekaligus secara bersamaan mampu menghempaskan kita jauh ke dasar. Sebagai makhluk tak berharga ini, aku harus mampu mengahadapi setiap intrik kehidupan yang terjadi secara tak terduga itu. Aku pun musti sadar bahwa segala yang ku punya bukanlah sebenarnya yang aku punya. Mungkin aku bisa meraihnya hari ini, namun aku harus siap kehilangan suatu saat nanti.

Now, I’m going back to home... Otherwise sometimes I feel empty, but I just try to enjoy it...